Langsung ke konten utama

Ujian Akhir Semester

 Ujian Akhir Semester



Hari ini adalah hari anak-anak sekolah mengikuti ujian akhir semester. Anak-anak yang sudah belajar terlihat tenang menunggu jam masuk ruangan. Namun berbeda dengan anak-anak yang tidak belajar, mereka sibuk membuat contekan untuk ujian. 

"Kringg" bel sekolah sudah berbunyi artinya siswa masuk ke ruangan dan mulai mengerjakan ujian. Budi salah satu siswa yang malas, masuk ke ruangan dengan santai dan yakin. Guru yang melihat tingkahnya menjadi sangat curiga. 

"Budi kamu sudah belajar?" Tanya salah satu guru. Dengan tegas Budi menjawab "sudah dong bu". Budi terlihat sangat yakin jika dirinya bisa mengerjakan soal ujian dengan benar.

Saat menit-menit awal, tidak ada gerak gerik mencurigakan dari Budi. Pengawas yang melihat Budi, mencoba yakin jika Budi memang sudah belajar. Namun pada menit pertengahan, Budi mulai mencoba mengeluarkan contekan yang sudah disimpan. Ia mencoba mengeluarkan dengan hati-hati supaya tidak ketahuan oleh guru. 

Namun sayangnya, usaha Budi untuk mencontek gagal. Guru yang sedang berjalan mengawasi siswa lainnya, melihat Budi mengeluarkan contekan. Setelah ketahuan, Guru tersebut merebut contekan dan membuangnya.

Budi yang awalnya terlihat santai, kini panik dan bingung. Ia tidak belajar sehingga tidak bisa mengerjakan ujiannya dengan baik. Saat pembagian nilai, dia mendapat nilai yang sangat rendah. Dia sangat menyesal karena tidak belajar dan dia berjanji kepada dirinya sendiri supaya lebih giat belajar agar mendapat nilai yang memuaskan.

Sumber : Wikipedia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Remaja Sekolah

Kita Belum Jadi Apa-Apa Dio sedang berjalan mengikuti Erwin dari belakang bahkan tidak mempedulikan saat Erwin mengoceh dan meminta Dio untuk berhenti mengikutinya. Hingga akhirnya mereka akrab dan Erwin mau menerima Dio sebagai temannya sehingga saat di sekolah ataupun pulang mereka selalu bersama. Dio selalu menemani Erwin berjalan menuju rumahnya yang tidak jauh dari terminal. Erwin bilang bahwa rumah Dio searah dengan terminal dan berjalan bersama Dio lumayan tidak membuat perjalanan merasa melelahkan walaupun cukup jauh. Hal itu terus berlanjut hingga pada suatu hari Erwin merasa curiga dengan Dio yang selalu tidak mau saat Erwin hendak menemaninya menunggu angkutan. Saat itu saat Erwin seharusnya pulang justru ia memperhatikan Dio dari jauh dan benar saja semua keanehan terjawab sudah. Dio menaiki sebuah mobil pribadi mewah yang berhenti tepat di terminal. Erwin sudah curiga sejak pertama kali Dio yang seperti anak orang kaya kenapa harus naik angkutan umum. Tentu saja Erwin mara...

Jaringan VoIP TLJ. INSTALASI BRIKER MENGGUNAKAN VIRTUALBOX. ZOIPER

NAMA      : SINDI NOVITA KELAS      : XII TKJ 2 MAPEL     : TLJ MATERI   : LANGKAH-LANGKAH INSTALASI                      BRIKER 2.1.1  PADA VIRTUALBOX Briker adalah sistem operasi  open source linux untuk melayani kebutuhan telekomunikasi seperti PABX dan telepon lainnya. Briker memunginkan pengguna mengimplementasikan layanan VoIP dan membangun central sendiri. TOPOLOGI JARINGAN VoIP LANGKAH-LANGKAH INSTALASI BRIKER 2.1.1 PADA VIRTUALBOX 1. Langkah pertama, buka VirtualBox pada        laptop atau komputer, dan bisa dilihat            tampilan dari VirtualBox seperti ini. 2. Klik " New " di bagian atas, masukkan nama " Sindi N ", kemudian di bagian ISO IMAGE kita pilih " Briker 2.1.1 ", type " Linux ". Setelah itu klik " Next ". 3. Tentukan jumlah RAM (Minimal 1 GB), klik " Next ". 4. Atur Virtual Harddisknya, kemudian...

Hadiah Dari Ayah

  Hadiah dari Ayah Ketika sudah memasuki Sekolah Dasar (SD), ayah selalu berjanji kalau aku mendapatkan rangking 10 besar akan diberikan hadiah. Namun, saat pertama kali aku kelas 1 SD tak pernah mendapatkan rangking 10 besar, sehingga aku gagal mendapatkan hadiah. Melihat keadaanku yang murung, ayah memberikanku sebuah motivasi untuk tidak menyerah dan selalu belajar agar bisa mencapai rangking 10 besar dan hanya berada di 15 besar saja. Masuk tahun ajaran baru dan aku naik ke kelas 2 SD, di kelas ini, aku selalu ingat dengan motivasi ayah agar rajin belajar. Kemudian aku terus belajar agar bisa masuk ke 10 besar, tetapi ketika belajar aku selalu merasa lelah karena sudah belajar di sekolah dan belajar lagi di rumah. Bahkan, aku seperti merasa sia-sia ketika sudah belajar dengan sungguh-sungguh karena tetap belum bisa masuk ke 10 besar. Tak pernah berhenti, ayah selalu berusaha mengingatkanku untuk terus semangat dan tidak pernah menyerah. Ayah berkata, “coba kamu lihat waktu kela...