Langsung ke konten utama

Berkat Gotong Royong

 Berkat Gotong Royong



Sayup suara mikrofon dan toa terdengar terdengar jelas menuju ujung kampung. Para perangkat pemuda menginformasikan bahwasanya besok sore, akan diadakan gotong royong pembangunan selokan di ujung kampung. Namun sehabis Isya bantu malam, diadakan musyawarah terlebih dahulu.

Musim hujan seperti sekarang, air selalu menggenangi daerah perbatasan karena selokan yang berumur tua disitu, sudah beberapa tahun belakangan tersumbat, sehingga air tidak mengalir dengan mulus karena tersendat sampah.

Aku, teman-teman dan seluruh pemuda kampung sudah berkumpul di rumah Ketua RT, untuk merumuskan konsep gotong royong besok sore. Mulai dari peralatan yang harus dibawa serta pembagian tugas tiap masingmasing orang.

“Dikarenakan musim hujan yang berkepanjangan di daerah kita, selokan di ujung kampung yang sudah lama tersumbat tidak lagi sanggup menampung volume air yang besar. Untuk itu, besok sore kita mulai memperbaikinya lagi…” Buka Pak RT.

Setelah itu, beliau membagi menjadi beberapa kelompok, serta menunjuk satu orang sebagai ketua regu kelompok dan siapa-siapa yang akan membawa perlengkapan. Jam 22.00, acara musyawarah selesai dan semua balik pulang.

Keesokan harinya sehabis Isya, semua telah berkumpul di lokasi yang ditentukan, pekerjaanpun dimulai. Sampah mulai diangkat ke darat dan selokan dibersihkan sebaik mungkin.

Pada kelompok lain, beberapa orang memperbaiki tepi aliran parit yang runtuh, dengan memperlebarnya menggunakan cangkul dan pahat. Hanya berselang 2 jam saja, semua pekerjaan bisa diselesaikan.

Setelah selesai, semua berkumpul lagi, kemudian Ketua PT membuka percakapan kembali.

“Terima kasih saya ucapkan untuk semua rekan-rekan yang sudah sempat hadir dan berpartisipasi pada gotong royong ini, tanpa kehadiran rekan-rekan semua, mungkin pekerjaan kita tidak akan selesai secepatnya ini..” ucap Pak RT.


Dari Gotong royong tersebut, bisa diperik hikmah bahwa suatu pekerjaan yang dikerjakan bersama-sama, akan bisa menghemat waktu dan tenaga, serta mendidik diri untuk senantiasa hidup bersosial dengan lingkungan sekitar.

Sumber : Wikipedia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Remaja Sekolah

Kita Belum Jadi Apa-Apa Dio sedang berjalan mengikuti Erwin dari belakang bahkan tidak mempedulikan saat Erwin mengoceh dan meminta Dio untuk berhenti mengikutinya. Hingga akhirnya mereka akrab dan Erwin mau menerima Dio sebagai temannya sehingga saat di sekolah ataupun pulang mereka selalu bersama. Dio selalu menemani Erwin berjalan menuju rumahnya yang tidak jauh dari terminal. Erwin bilang bahwa rumah Dio searah dengan terminal dan berjalan bersama Dio lumayan tidak membuat perjalanan merasa melelahkan walaupun cukup jauh. Hal itu terus berlanjut hingga pada suatu hari Erwin merasa curiga dengan Dio yang selalu tidak mau saat Erwin hendak menemaninya menunggu angkutan. Saat itu saat Erwin seharusnya pulang justru ia memperhatikan Dio dari jauh dan benar saja semua keanehan terjawab sudah. Dio menaiki sebuah mobil pribadi mewah yang berhenti tepat di terminal. Erwin sudah curiga sejak pertama kali Dio yang seperti anak orang kaya kenapa harus naik angkutan umum. Tentu saja Erwin mara...

Jaringan VoIP TLJ. INSTALASI BRIKER MENGGUNAKAN VIRTUALBOX. ZOIPER

NAMA      : SINDI NOVITA KELAS      : XII TKJ 2 MAPEL     : TLJ MATERI   : LANGKAH-LANGKAH INSTALASI                      BRIKER 2.1.1  PADA VIRTUALBOX Briker adalah sistem operasi  open source linux untuk melayani kebutuhan telekomunikasi seperti PABX dan telepon lainnya. Briker memunginkan pengguna mengimplementasikan layanan VoIP dan membangun central sendiri. TOPOLOGI JARINGAN VoIP LANGKAH-LANGKAH INSTALASI BRIKER 2.1.1 PADA VIRTUALBOX 1. Langkah pertama, buka VirtualBox pada        laptop atau komputer, dan bisa dilihat            tampilan dari VirtualBox seperti ini. 2. Klik " New " di bagian atas, masukkan nama " Sindi N ", kemudian di bagian ISO IMAGE kita pilih " Briker 2.1.1 ", type " Linux ". Setelah itu klik " Next ". 3. Tentukan jumlah RAM (Minimal 1 GB), klik " Next ". 4. Atur Virtual Harddisknya, kemudian...

Hadiah Dari Ayah

  Hadiah dari Ayah Ketika sudah memasuki Sekolah Dasar (SD), ayah selalu berjanji kalau aku mendapatkan rangking 10 besar akan diberikan hadiah. Namun, saat pertama kali aku kelas 1 SD tak pernah mendapatkan rangking 10 besar, sehingga aku gagal mendapatkan hadiah. Melihat keadaanku yang murung, ayah memberikanku sebuah motivasi untuk tidak menyerah dan selalu belajar agar bisa mencapai rangking 10 besar dan hanya berada di 15 besar saja. Masuk tahun ajaran baru dan aku naik ke kelas 2 SD, di kelas ini, aku selalu ingat dengan motivasi ayah agar rajin belajar. Kemudian aku terus belajar agar bisa masuk ke 10 besar, tetapi ketika belajar aku selalu merasa lelah karena sudah belajar di sekolah dan belajar lagi di rumah. Bahkan, aku seperti merasa sia-sia ketika sudah belajar dengan sungguh-sungguh karena tetap belum bisa masuk ke 10 besar. Tak pernah berhenti, ayah selalu berusaha mengingatkanku untuk terus semangat dan tidak pernah menyerah. Ayah berkata, “coba kamu lihat waktu kela...