Langsung ke konten utama

Pentingnya Adab dan Kepribadian yang Baik

 Pentingnya Adab dan Kepribadian yang Baik



Jam dinding menunjukkan pukul 13.00, artinya 30 menit lagi kelas akan pulang. Pembahasan hari ini juga hampir selesai, dan aku melihat bu guru mata pelajaran KWN (Kewarganegaraan) sudah mulai mengemaskan peralatan belajaranya dari atas meja ke dalam tas miliknya.

Suasana kelas begitu senyap dan diam, bahkan suara sepeda motor dan mobil di jalanan yang jaraknya kisaran 100 meter pun terdengar cukup keras. Tiba-tiba saja, bu guru memecah keheningan kelas dengan mengajukan sebuah pertanyaan.

“Anak-anak, sebelum pembelajaran berakhir, ibu ingin mengajukan pertanyaan kepada kalian semua. Menurut kalian, apakah poin paling penting dalam sebuah negara..?” Pertanyaan tersebut dilontarkannya kepada kami semua.

Kemudian, temanku bernama Riska menjawab : “Pemerintah bu..” Jawabnya. Namun bu guru langsung merespon : “Salah.. ada lagi yang mau menjawab..” tanya ibu kembali.

Kemudian seorang murid bernama Andi mencoba menjawab : “Rakyatnya bu..?” Kemudiam bu guru menutur : “Sedikit lagi.. ayo berpikir lebih dalam..” tegur ibu.

Kami semua mulai kebingungan sembari berpikir menemukan jawabannya. Lalu, akupun memberanikan diri untuk menjawab : “Pengakuan dari negara lain, bu..?” Jawabku.

Namun jawabannya masih salah juga. Melihat kami semua yang sudah habis pikir dan makin bingung, kemudian bu guru memberikan jawabannya..

“Anak-anak, jawaban kalian semua itu tidak salah, alias benar. Namun, yang paling penting tersebut bukanlah itu..” jawab bu guru.

“Lalu, jawabannya apa bu..?” Tanya kami semua penuh penasaran.

“Jawabannya adalah Adab dan kepribadian setiap insan di dalam negara tersebut..” jawab bu guru.

Sumber : Wikipedia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Remaja Sekolah

Kita Belum Jadi Apa-Apa Dio sedang berjalan mengikuti Erwin dari belakang bahkan tidak mempedulikan saat Erwin mengoceh dan meminta Dio untuk berhenti mengikutinya. Hingga akhirnya mereka akrab dan Erwin mau menerima Dio sebagai temannya sehingga saat di sekolah ataupun pulang mereka selalu bersama. Dio selalu menemani Erwin berjalan menuju rumahnya yang tidak jauh dari terminal. Erwin bilang bahwa rumah Dio searah dengan terminal dan berjalan bersama Dio lumayan tidak membuat perjalanan merasa melelahkan walaupun cukup jauh. Hal itu terus berlanjut hingga pada suatu hari Erwin merasa curiga dengan Dio yang selalu tidak mau saat Erwin hendak menemaninya menunggu angkutan. Saat itu saat Erwin seharusnya pulang justru ia memperhatikan Dio dari jauh dan benar saja semua keanehan terjawab sudah. Dio menaiki sebuah mobil pribadi mewah yang berhenti tepat di terminal. Erwin sudah curiga sejak pertama kali Dio yang seperti anak orang kaya kenapa harus naik angkutan umum. Tentu saja Erwin mara...

Jaringan VoIP TLJ. INSTALASI BRIKER MENGGUNAKAN VIRTUALBOX. ZOIPER

NAMA      : SINDI NOVITA KELAS      : XII TKJ 2 MAPEL     : TLJ MATERI   : LANGKAH-LANGKAH INSTALASI                      BRIKER 2.1.1  PADA VIRTUALBOX Briker adalah sistem operasi  open source linux untuk melayani kebutuhan telekomunikasi seperti PABX dan telepon lainnya. Briker memunginkan pengguna mengimplementasikan layanan VoIP dan membangun central sendiri. TOPOLOGI JARINGAN VoIP LANGKAH-LANGKAH INSTALASI BRIKER 2.1.1 PADA VIRTUALBOX 1. Langkah pertama, buka VirtualBox pada        laptop atau komputer, dan bisa dilihat            tampilan dari VirtualBox seperti ini. 2. Klik " New " di bagian atas, masukkan nama " Sindi N ", kemudian di bagian ISO IMAGE kita pilih " Briker 2.1.1 ", type " Linux ". Setelah itu klik " Next ". 3. Tentukan jumlah RAM (Minimal 1 GB), klik " Next ". 4. Atur Virtual Harddisknya, kemudian...

Hadiah Dari Ayah

  Hadiah dari Ayah Ketika sudah memasuki Sekolah Dasar (SD), ayah selalu berjanji kalau aku mendapatkan rangking 10 besar akan diberikan hadiah. Namun, saat pertama kali aku kelas 1 SD tak pernah mendapatkan rangking 10 besar, sehingga aku gagal mendapatkan hadiah. Melihat keadaanku yang murung, ayah memberikanku sebuah motivasi untuk tidak menyerah dan selalu belajar agar bisa mencapai rangking 10 besar dan hanya berada di 15 besar saja. Masuk tahun ajaran baru dan aku naik ke kelas 2 SD, di kelas ini, aku selalu ingat dengan motivasi ayah agar rajin belajar. Kemudian aku terus belajar agar bisa masuk ke 10 besar, tetapi ketika belajar aku selalu merasa lelah karena sudah belajar di sekolah dan belajar lagi di rumah. Bahkan, aku seperti merasa sia-sia ketika sudah belajar dengan sungguh-sungguh karena tetap belum bisa masuk ke 10 besar. Tak pernah berhenti, ayah selalu berusaha mengingatkanku untuk terus semangat dan tidak pernah menyerah. Ayah berkata, “coba kamu lihat waktu kela...